IKAN DAN BERUANG

faizah 21.32 |


       Ada tiga ekor ikan yang hidup dalam sebuah kolam besar. Walaupun mereka sahbat karib, namun masing-masing sifatnya sangatlah berbeda.
            Ikan yang pertama sangat bijaksana. Ia akan selalu berpikir masak-masak sebelum melakukan sesuatu.
            Ikan kedua sangat pintar. Ia mampu membuat keputusan cepat bila dibutuhkan.
            Ikan ketiga bersifat pasrah. Ia percaya akan nasib. Apa yang harus terjadi, pasti akan terjadi itulah keyakinannya yang mantap.
            Suatu hari, ketika matahari telah terbenam, ikan yang bijaksana tak sengaja mendengar percakapan dua ekor beruang. “lihatlah ada ikan yang besar dan montok di dalam kolam itu. Ayo kita tangkap besok.”
            Dengan penuh ketakutan ikan yang bijaksana itu menemui temannya. Terengah-engah menarik nafas cepat-cepat memberitahunya tentang rencana para beruang itu. Setelah berpikir berapa lama ikan yang bijaksana menjawab, “kita dapat meninggalkan tempat ini segera.” Memikirkan hal itu ikan yang pintar berkata, :mengapa kita harus pergi sekarang? Kita tunggu hingga para beruang itu sampai. Aku pasti akan mendapat akal untuk melepaskan diri.”
            Ikan yang percaya pada nasib, muai berkata pelan-pelan,”aku telah tinggal cukup lama di kolam ini. Bagaimana aku dapat meninggalkan rumahku sekarang? Apa yang arus terjadi akan akan selalu terjadi, karena itu aku akan tetap disini.”
            Ikan yang bijaksana segera meninggalkan kolam tanpa teman-temannya. Sendirian ia menyelam melalui saluran menuju rumah yang baru. “akhirnya aku selamat,” ia menarik nafas lega.
            Pagi-pagi sekali besoknya, dua ekor beruang kembali ke kolam itu. Mereka menebarkan jala kedalam air. Banyak ikan terperangkap di dalamnya dan berjuang tanpa daya kedua sahabat yang ketinggalan juga terperangkap. Degan cepat ikan yang pintar itu memikikan rencana untuk melepaskan diri. Dengan berupa-pura mati, ia tergolek diam dalam jala.
            “Coba lepaskan ikan mati itu,” teriak salah seekor beruang sambil melemparkannya kembali ke dalam kolam. “akhirnya aku selamat,” kata ikan yang pintar dan telah berusaha menyelamatkan diri dengan caranya yang cerdik. Ikan ketiga yang hanya pasrah percaya pada nasib  tetap terperangkap dalam jala. Ia mulai menggeliat-geliat melepaskan diri, namun tetap gagal. “ikan ini sangat menyulitkan,” gerutu salah seekor beruang itu.

            “daripada nanti lepas, cepat potong saja.” Kata beruang. Temannya segera menangkapnya dan dengan cepat memotongnya.

0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blogger templates

Blogger news

Blogger templates


Pages

About Me