SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

faizah 23.22 |


1    1.   Darah
a.     Fungsi Darah
Fungsi darah adalah sebagai berikut.
1)    Plasma darah, berfungsi mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh, mengambil zat-zat sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari dalam tubuh, dan mengedarkan hormon yang dikluarkan oleh kelenjar endokrin.
2)    Sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
3)    Sel darah putih (leokosit), berfungsi membunuh kuman-kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
4)    Keping darah (trombosit), berfungsi menutup luka dengan cara membekukan darah.
5)    Darah secara umum berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu tubuh.
b.    Bagian-bagian darah
Volume darah di dalam tubuh manusia dalam tubuh manusia ± 5 liter yang terdiri atas 55% berupa cairan (plasma darah) dan 45% terdiri atas sel-sel darah. Setiap tetes darah mengandung lebih dari 250 juta sel darah merah, 375.000 sel darah putih, dan 16 juta keping darah.
1)    Plasma darah
Plasma darah merupakan cairan darah yang berwarna kekuning-kuningan. Pada plasma darah terdapat protein albumin yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmosis darah, globulin sebagai pembentuk antibodi, dan fibrinogen yang berperan dalam proses pembekuan darah.
2)    Sel-sel darah
Sel-sel darah terdiri atas sel-sel darah merah (eritosit), sel darah putih (leokosit), dan keping darah (trombosit).
                                                       i.            Sel darah merah berbentuk ulat pipih, tidak memiliki inti, dan cekung di bagian tengahnya (bikonkaf), memiliki pigmen hemoglobin (Hb) yang mengikat besi, berusia ±120 hari dan dibentuk di sumsum tulang.
                                                     ii.            Sel darah putih berukuran lebih besar, tidak berwarna, mempunyai inti, bentuk tidak tetap, dapat bergerak seperti amoeba (ameboid), dan dapat menembus dinding pembuluh darah, berumur 12-13 hari dan dibuat di dalam sumsum merah tulang, kelenjar limfa, dan limpa.
                                                  iii.            Keping-keping darah (trombosit) memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berinti, dan berukuran lebih kecil, dibentuk di sumsum tulang pipa.

.    Golongan darah
                   Tabel 1 Golongan Darah Beserta Kandungan Aglutinogen dan Aglutinin     Penggolongan darah menurut Karl Landsteiner dibedakan berdasarakan ada tidaknya aglutinogen (antigen pada membran eritrosit) dan aglutinin (sejenis protein/antibodi) dalam plasma darah.
Golongan Darah
Aglutinogen
Aglutinin
Golongan darah A
A
β
Golongan darah B
B
α
Golongan darah AB
A, B
-
Golongan darah O
-
α , β
            Keterangan : - tidak mempunyai
Donor adalah orang yang memberikan darahnya kepada orang lain. orang yang bergolongan darah O adalah donor universal. Resipien adalah orang yang menerima darah dari orang lain. orang yang bergolongan darah AB adalah resipien universal.
2.     Alat Peredaran Darah
a.     Jantung
     Fungsi jantung adalah sebagai alat pemompa darah. Jantung manusia terdiri atas dua atrium atau serambi, dan dua ruang bawah yang lebih luas yang dinamakan ventrikel atau bilik. Di antara serambi dan bilik, terdapat katup yang berfungsi untuk mencegah agardarah tidak kembali lagi ke serambi.
b.    Pembuluh darah
     Pembuluh darah kita terdiri dari oembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.
     Perbedaan antara arteri dan vena dapat dilihat dalam tabel berikut.
                  Tabel 2 Perbedaan Arteri dan Vena
Perbedaan
Arteri
Vena
Letak
Agak ke dalam
Dekat dengan permukaan kulit
Dinding pembuluh
Tebal, kuat, elastis
Tipis, tidak elastis
Denyut
Terasa
Tidak terasa
Warna darah
Merah segar (banyak mengandung oksigen)
Merah tua (banyak mengandung CO2)
Bila terluka
Darah memancar
Darah menetes

3.     Gangguan dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah
          Gangguan dan kelainan sistem peredaran darah antara lain sebagai berikut.
                                                       I.            Anemia, yaitu penyakit yang disebabkan rendahnya kadar hemoglobin dalam dara atau kekurangan sel darah merah.
                                                    II.            Hemofilia merupakan penyakit keturunan yang ditandai dengan darah sukar membeku ketika terjadi luka.
                                                 III.            Penyakit yang sering dijumpai pada penderita kolesterol tinggi antara lain koronariasis, yaitu terjadinya penyumbatan pada arteri koroner. Pembuluh tersebut menyediakan makanan dan oksigen untuk sel-sel jantung. Jika terjadi penyumbatan, denyut jantung akan terganggu atau bahkan terhenti.

                                                IV.            Varises, yaitu pelebaran pembuluh balik yang biasanya terjadi pada betis
Read More

Asal-usul Banyuwangi

faizah 21.04 |

Konon, dahulu kala wilayah ujung timur Pulau Jawa yang alamnya begitu indah ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Sulahkromo. Dalam menjalankan pemerintahannya ia dibantu oleh seorang Patih yang gagah berani, arif, tampan bernama Patih Sidopekso. Istri Patih Sidopekso yang bernama Sri Tanjung sangatlah elok parasnya, halus budi bahasanya sehingga membuat sang Raja tergila- gila padanya. Agar tercapai hasrat sang raja untuk membujuk dan merayu Sri Tanjung maka muncullah akal liciknya dengan memerintah Patih Sidopekso untuk menjalankan tugas yang tidak mungkin bisa dicapai oleh manusia biasa. Maka dengan tegas dan gagah berani, tanpa curiga, sang Patih berangkat untuk menjalankan titah Sang Raja. Sepeninggal Sang Patih Sidopekso, sikap tak senonoh Prabu Sulahkromo dengan merayu dan memfitnah Sri Tanjung dengan segala tipu daya dilakukanya. Namun cinta Sang Raja tidak kesampaian dan Sri Tanjung tetap teguh pendiriannya, sebagai istri yang selalu berdoa untuk suaminya. Berang dan panas membara hati Sang Raja ketika cintanya ditolak oleh Sri Tanjung.
Ketika Patih Sidopekso kembali dari misi tugasnya, ia langsung menghadap Sang Raja. Akal busuk Sang Raja muncul, memfitnah Patih Sidopekso dengan menyampaikan bahwa sepeninggal Sang Patih pada saat menjalankan titah raja meninggalkan istana, Sri Tanjung mendatangi dan merayu serta bertindak serong dengan Sang Raja.
Tanpa berfikir panjang, Patih Sidopekso langsung menemui Sri Tanjung dengan penuh kemarahan dan tuduhan yang tidak beralasan.
Pengakuan Sri Tanjung yang lugu dan jujur membuat hati Patih Sidopekso semakin panas menahan amarah dan bahkan Sang Patih dengan berangnya mengancam akan membunuh istri setianya itu. Diseretlah Sri Tanjung ke tepi sungai yang keruh dan kumuh. Namun sebelum Patih Sidopekso membunuh Sri Tanjung, ada permintaan terakhir dari Sri Tanjung kepada suaminya, sebagai bukti kejujuran, kesucian dan kesetiannya ia rela dibunuh dan agar jasadnya diceburkan ke dalam sungai keruh itu, apabila darahnya membuat air sungai berbau busuk maka dirinya telah berbuat serong, tapi jika air sungai berbau harum maka ia tidak bersalah.
Patih Sidopekso tidak lagi mampu menahan diri, segera menikamkan kerisnya ke dada Sri Tanjung. Darah memercik dari tubuh Sri Tanjung dan mati seketika. Mayat Sri Tanjung segera diceburkan ke sungai dan sungai yang keruh itu berangsur-angsur menjadi jernih seperti kaca serta menyebarkan bau harum, bau wangi. Patih Sidopekso terhuyung-huyung, jatuh dan ia jadi linglung, tanpa ia sadari, ia    menjerit "Banyu..... ... wangi............... . Banyu    wangi ... .." Banyuwangi terlahir dari bukti cinta istri    pada suaminya.
Naskah Drama "ASAL-USUL KOTA BANYUWANGI".
Prolog :
Pada zaman dahulu dikawasan ujung timur Provinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu.

Adegan 1 :
Raden banterang : “Pagi ini aku akan berburu. Siapkan alat berburu”
Pengawal 1 dan 2: “Baik Raden. Peralatan sudah kami siapkan”.
Raden Banterang : “Menurutmu kemana kita ini akan berburu ?”
Pengawal 1 dan 2: “Bagaimana kalau ke hutan saja, karena pasti di hutan banyak kijang melintas”.
Raden Banterang : “Kalau begitu kita berangkat sekarang”.
Pengawal 1 dan 2: “ Siap Raden”.
Raden Banterang : “coba lihat ! ada seekor kijang besar dan bagus. Akan ku panah dia. Waahhhh…. Dia lolos! Akan ku kejar dia.”
Pengawal 1 dan 2: “tunggu Raden. Tunggu kami Raden.”
( kedua pengawal tersebut mengejar Raden, tapi mereka kehilangan jejak Raden di tengah hutan)
Pengawal 1 : “waduuuh!! Bagaimana ini….?? Kita kehilangan jejak Raden
Pengawal 2 : “ya sudah kalau begitu kita tunggu saja di jalan keluar hutan ini” .
Raden Banterang : “ akhirnya kau kena juga kijang…..!!”
( tersenyum senang dan bangga)
“ lho…. Mana para pengawalku ya….?. ehm… pasti kami terpisah gara-gara aku tadi larinya cepat. Tapi, aku yakin mereka pasti menungguku di jalan keluar hutan ini. Karena mereka pasti sudah hafal kebiasaanku.”

Raden Banterang : “Ehmmm…. Gerangan gadis cantik nan jelita itu ya…? Benarkah dia seorang manusia ? atau jangan-jangan “ “penunggu” hutan ini ?/“ kau ini manusia atau penuggu hutan ini ? “.
Surati : “ saya manusia !! nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”
Raden Banterang : “lalu mengapa kau ada di sini ?”.
Surati : “ hamba berada di tempat ini karena menyelatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam pertempuran mempertahankan Mahkota Kerajaan”.

Raden Banterang : “ kalau begitu, apakah kau mau ikut bersamaku ke istana dan menjadi permaisuriku ? “.
Surati : “ apakah saya ini pantas bersanding dengan Raden ?”
Raden Banterang : “ tentu saja, kau adalah gadis tercantik yang pernak kutemui dan hanya kamulah yang aku inginkan menjadi permaisuriku”.
Surati : “ dengan segala kerendahan hati, aku mau menerima lamaran ini. Dengan satu syarat yaitu Raden harus setia dan bisa menjagaku”
Raden Banterang : “ tanpa kau minta pun, aku pasti akan melakukan itu. Karena itu adalah kewajiban seorang ksatria”.
(Setelah itu Raden Banterang bersama dengan Surati menuju keluar hutan).
Pengawal 1 : “nah itu Raden tapi dengan siapa ya ?. Raden, tidak apa-apa kan…? Kami tadi sangat cemas karena kehilangan jejak Raden di hutan.”
Raden Banterang : “ ya.. tadi karena terlalu bersemangat berburu kijang itu sehingga aku lupa bahwa kalian ikut. Tapi, aku bersyukur sekali karena sekaligus menemuksn tambatan hati.”
Pengawal 2 : “ syukurlah kalau Raden sudah mendapatkan tambatan hati.Kami juga ikut senang, kalau Raden senang.”
Raden Banterang : “ ya sudah kalau begitu kita bergegas pulang ke istana dan merayakan pesta pernikahanku dengan Surati”
Pengawal 1 dan 2: “ baik Raden”

Adegan 2 :
Pengawal 1 : “ mohon maaf permaisuri, hamba menghadap”.
Permaisuri : “ dia siapa ? dan mengapa ia kesini ?”
Pengawal 1 : “hamba tidak tahu Permaisuri,yang jelas dia sangat ingin bertemu dengan Permaisuri”.
Permaisuri : “ baiklah, bawa dia ke sini !”.
Pengawal 1 : “ baik Permaisuri”.
Rupaksa : “ Surati ! Surati ! aku ini kakak kandungmu”.
Permaisuri : “ apa benar kau kakakku ?”.
Rupaksa : “ sungguh aku tidak berbohong bahwa aku ini kakakmu yang telah lama terpisah denganmu semenjak dihutan.”
Permaisuri : “ maafkan aku yang sedikit melupakanmu’. ( berpelukan )
Rupaksa : “ sebenarnya selama ini aku mencarimu, lalu aku mendengar bahwa nama Permaisuri Kerajaan ini adalah Surati dan ternyata itu adalah adik kandungku sendiri”.
Permaisuri : “ lalu, apa maksud kedatangan kakak kesini ?’.
Rupaksa : " perlu kau ketahui bahwa yang menyebabkan orang tua kita meninggal adalah mertuamu sendiri”.
Permaisuri : “ kakak tidak bercandakan ?”.
( karena terlalu syok tubuh Permaisuri jadi gemetar )
Rupaksa : “ apa aku kelihatan bercanda ?? dan aku kesini untuk menyerahkan sebuah keris dan gunakanlah untuk membunuh suamimu”.
Permaisuri : “ aku tak mau kak. Walaupun dia anak dari pembunuh orang tua kita,tapi dia telah menyelamatkaku dan akupun mencintainya”.
Rupaksa : “ terus terang bahwa kakakmu ini sangat kecewa sekali karena kau tidak mendukung rencana kakak. Kalau kau tidak mau membunuh suamimu, maka simpanlah keris itu sebagai tanda kenang-kenangan dariku”.
( lalu Rupaksa tersebut pergi karena dia tidak sudi berlama-lama berada di istana )



Adegan 3 :
Rupaksa : “ sembah hamba paduka. Tuanku, keselamatan tuan terancam bahaya kerena Permaisuri punya rencana hendak membunuh Paduka”.
Raden Banterang : “ hai, siapa engkau berani-beraninya memfitnah istriku ? !!”
Rupaksa : “ itu tak penting paduka tahu siapa saya. Kalau Paduka tidak percaya dengan omongan hamba lihatlah sesuatu yang di simpan di bawah bantal Permaisuri”.
Raden Banterang : “ awas saja kalau kau berbohong padaku. Akan kusuruh pengawalku mencarimu dan memberimu hukuman mati”.
( Raden pun pergi ke istana dan langsung menuju kamar pribadi mereka ).
Raden Banterang : “ astaga…!! Ternyta ada keris di bawah bantal istriku”.
( kemudian, Permaisuri masuk ke kamarnya ).
Permaisuri : “ ada apa kakanda…? Sepertinya kakanda sedang marah ?”.
Raden Banterang : “apa benar dinda ingin membunuhku dengan keris ini ?’.
Begitukah balasan dinda pada kanda ?”.
Permaisuri : “ jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak punya maksud begitu.
Raden Banterang : “lalu buat apa keris ini di bawah bantal dinda ?”.
Permaisuri : “ keris ini adalah kenang-kenangan dari kakak adinda. Sungguh adinda tidak pernah berfikir untuk membunuh kakanda. Bahkan, adinda rela mati demi keselamatan kakanda”.
Raden Banterang : “ kakanda sudah tidak percaya dengan omongan dinda lagi”.
Permaisuri : “ lalu dengan cara apa kakanda percaya pada dinda ?”
Raden Banterang : “ kalau begitu buktikan pada kanda dengan cara masuklah ke dalam sungai itu untuk membuktikan kebenarannya”.
Permaisuri : “ baik, adinda akan melompat ke sungai itu. Apabila dinda
telah masuk ke dalam sungai dan ternyata air sungai ini menjadi jernih serta wangi maka dinda tak bersalah dan sebaliknya apabila airnya keruh dan berbau busuk maka dinda bersalah”.
Raden Banterang : “tercium bau wangi! Ohh…. Dinda maafkanlah kakanda ini yang sudah tidak percaya lagi denganmu. Dengan ini aku sebagai Raja memberi nama kota ini menjadi Banyuwangi.



Read More

Pengaruh Pendudukan Jepang bagi Indonesia

faizah 22.55 |

Pendudukan Jepang di Indonesia sejak 9 Maret 1942 merupakan rangkaian politik imperialismenya di Asia Tenggara. Sebagai akibat dari kemajuan industri Jepang yang pesat ditempuhlah strategi ekspansi untuk mencari bahan mentah dan daerah pemesaran baru juga sumber pangan Jepang. Menguatnya ambisi militerisme Jepang disamping didorong konstalasi politik di Jepang sendiri yang memungkinkan hal itu terjadi. Dalam kerangka politik makro , imperialisme Jepang memiliki hubungan erat dengan dokumen Tanaka , yaitu dokumen tentang rencana ekspansionisme Jepang.
Invasi ke Indonesia merupakan bagian dari kerangka politik ekspaansionisne Jepang di Asia Tenggara. Cita-cita Jepang membangun Kawasan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya dibawah naungannya dicoba dan direalisasikan dengan mencetuskan perang Asia Timur Raya.
a. Pengaruh Pendudukan Jepang Terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi
Pendudukan Jepang di Indonesia telah merobek-robek sendi-sendi nilai ekonomi, sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena menguras harta dan tenaga rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia merasakan malapetaka baru dengan merasakan penderitaan dan kesengsaraan yang luar biasa bagi rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia merasakan kekurangan pangan dan sandang yang kemudian mengakibatkan kelaparan dan kematian serta penderitaan moral .
Kebijakan Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas yaitu :
• menghapuskan pengaruh Barat dikalangan rakyat Indonesia
• memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam perang Asia Timur Raya
Jepang melakukan propaganda yang intensif untuk menyakinkan rakyat Indonesia bahwa bangsa Jepang adalah saudara tua seperjuangan melawan Barat. Namun kenyataannya semua tindakan dan perlakukan menimbulkan penderitaan rakyat Indonesia. Politik Jepang untuk mengatur ekonomi masyarakat terwujud dalam politik penyerahan padi secara paksa yang berakibat kemiskinan endemis, menurunnya derajat kesehatan, dan meningkatnya angka kematian serta berbagai penderitaan fisik dalam pengerahan tenaga kerja romusa , perekrutan pemuda dan masyarakat desa dalam latihan kemiliteran untuk kemenangan perang Asia Timur Raya.
Pada awal pendudukan Jepang , mengambil dua langkah penting , yaitu pertama menstabilkan kondisi ekonomi yang terlihat dari upayanya untuk menguasai inflasi ekonomi dengan menetapkan patokan harga bagi sebagian besar barang dan menangani dengan keras penimbun barang. Kedua Jepang mengeluarkan aturan produk hukum baru sesuai dengan kepentingan pendudukan Jepang di Indonesia. Selama pendudukan Jepang mengekang berbagai organisasi di Indonesia. Dengan kaum nasionalis diadakan kerjasama dengan tujuan bersatu dan berdiri sepenuhnya dibelakang Jepang serta memperlancar pekerjaan pemerintahan militer. Jepang menyuruh kaum nasionalis untuk turut aktif didalam pemerintahan Gunsei. Dalam pemerintahan Gusei ini muncul tokoh seperti Ir. Soekarno.
b. Pengaruh Pendudukan Jepang Terhadap Pergerakan Nasional
Pertemuan di Bukit Tinggi , Ir Soekarno dengan Jepang isinya Jepang tidak menghalangi dalam membina Indonesia Merdeka. Hal ini Ir Soekarno dan Moh. Hatta mengambil keputusan untuk menjadikan perselisihan pahamnya Partindo dan PNI Baru untuk diakhir dan bersatu memimpin rakyat Indonesia dimasa sulit itu , persatuan keduanya dikenal dengan nama Dwi Tunggal. Soekarno-Hatta. Kerjasama Ir Soekarno dengan Jepang dimulai dalam Komisi yang menyelidiki adat istiadat dan tata negara yang dibentuk oleh Gunsei pada tanggal 8 Nopember 1942. Komisi itu beranggotakan 13 orang antara lain : Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Sutarjo Kartohadikusumo, Abikusno Cokrosuyoso, KH Mas Mansyur, Ki Hajar Dewantoro, Prof. Husein Joyodiningrat, Dr. RNg.Purbocaroko, Mr. Supomo. Dari anggota tersebut dikenal sebagai empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta, KH.Mas Mansyur dan Ki Hajar Dewantoro. Empat serangkai diberi kepercayaan untuk memimpin gerakan Pusat Tenaga Rakyat (Putera) yang dibentuk 9 Maret 1943 , atas usul Ir. Sorkarno. Tujuan Putera ialah mempersatukan rakyat Jawa untuk menghadapi serangan Sekutu yang semakin dekat dengan Indonesia (Jawa). Tugas Putera menggerakan tenaga dan kekuatan rakyat untuk memberi bantuan kepada usaha-usaha untuk mencapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya. Dengan demikian Jepang dapat menggunakan para pemimpin Indonesia untuk menanamkan kekuasaannya. Sebaliknya para pemimpin tidak mau begitu saja diperalat Jepang , mereka menggunakan sarana Jepang guna tetap berjuang mendapatkan kemerdekaan Indonesia. Karena pada masa itu , masa sulit dalam pergerakan nasional Indonesia. Karena bangsa Indonesia dalam kondisi yang sangat lemah jalan yang terbaik yang ditempuh dengan kerjasama dengan Jepang, dari kerjasama ini hanyalah sebuah alat untuk mempercepat proses kemerdekaan Indonesia yang telah lama mereka perjuangkan. Lembaga yang diciptakan Jepang seperti Java Hookokai (kebangkitan rakyat Jawa ), Putera, Peta, Fujinkai (perkumpulan kaum wanita), Keibodan (barisan pemuda membantu polisi, kebakaran, dan serangan udara pembantu) , Seinendan (korp pemuda semi militer) , Heiho (pasukan pembantu ) dan sebagainya justru dimanfaatkan para pejuang ini untuk memupuk semangat kebangsaan guna memudahkan jalan untuk mencapai kemerdekaan.
Sebagai bagian dari politik Jepang , memanfaatkan sumber daya manusia dengan mobilisasi massa pemuda dan rakyat secara besar-besaran dalam program-program latihan semi militer. Tujuannya sebagai tenaga cadangan bagi kepentingan militer Jepang. Mobilisasi masa rakyat terbagi dalam Seinendan , Keibodan, Fujinkai dan Peta (Pembela tanah Air) yang telah mendorong rakyat memiliki keberanian, sikap mental untuk menentang penjajah, pemahaman terhadap kemerdekaan maupun sikap mental yang mengarah pada terbentuknya nasionalisme.
Sedangkan kelompok pejuang lain yang menolak bekerjasama dengan Jepang dan anti fasisme membentuk jaringan bawah tanah dan terus berjuang , antara lain :
• Kelompok Syahrir , memiliki pengikut kaum pelajar diberbagai kota seperti Jakarta, bandung, Surabaya, Cirebon dan sebagainya .
• Kelompok Amir Syarifudin , ia sangat keras dalam mengeritik Jepang, tahun 1943 ditangkap dan dijatuhi hukuman mati tahun 1944 , atas bantuan Soekarno hukumannya diubah dari hukuman mati menjadi seumur hidup , setelah Jepang menyerah kepada Sekutu tahun 1945 , ia bebas dari hukuman.
• Golongan Persatuan mahasiswa , sebagaian besar dari kedokteran di Jakarta antara lain : J. Kunto, Supeno, Subandrio
• Kelompok Sukarni , kelompok ini sangat berperan besar disekitar proklamasi kemerdekaan , antara lain : Sukarni, Adam Malik, Chaerul Saleh, Maruto Nitimiharjo, Pandu Wiguna dan sebagainya.
• Golongan Kaigun , anggotanya bekerja pada angkatan laut Jepang akan tetapi terus menggalang dan membina kemerdekaan dengan tokoh yang simpati terhadap kemerdekaan Indonesia, antara lain : Mr.Akhmad Subarjo, Mr. Maramis, Dr. Sanusi, Dr Buntaran Martoatmodjo dan sebagainya
• Pemuda Menteng , bermarkas di Menteng 31 Jakarta , kebanyakan pengikut dari Tan Malaka dari Partai Murba antara lain : Adam malik , Chairul Saleh dan Wikana
Meskipun perjuangan mereka dalam kelompok-kelompok dan berbeda-beda strateginya bukan berarti perpecahan. Taktik yang mereka lakukan mempunyai tujuan yang sama yaitu mencapai kemerdekaan Indonesia.
Pada Tanggal 7 September 1944 , Perdana Menteri Jepang Koiso menjanjikan kemerdekaan bagi Hindia Timur atau Indonesia, namun kapan waktunya belum ditentukan. Tentara Jepang terus terdesak menuju kekalahan , mulai berperang sendirian dan semakin terdesak , sehingga agar Jepang memperoleh dukungan dari rakyat Indonesia membentuk Dokuritzu Zyoombi Tsooskai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29 April 1945 , tugasnya mengumpulkan bahan yang dipergunakan untuk Indonesia Merdeka.

c. Perlawanan Rakyat Terhadap Pendudukan Jepang
Karena Jepang hanya mengeluarkan janji-janji kosong , mensenggarakan rakyat, menghisap tenaga rakyat untuk kepentingan perang, dan menguras habis kekayaan rakyat Indonesia. Banyak rakyat yang tidak tahan lagi menghadapi kesengsaraan melakukan pemberontakan .
 Pemberontakan Cot Pilieng , Aceh§
Seorang guru mengaji dan ulama muda bernama Tengku Abdul Djalil pada tanggal 10 Nopember 1942 memimpin rakyat Aceh melayan Jepang. Dengan bersenjatakan pedang , rencong dan kelewang rakyat dapat memukul mundur pasukan Jepang sehingga mereka terpaksa kembali ke Lhokseumawe. Serangan kedua Jepang juga dapat dipukul mundur rakyat Aceh dibawah Tengku Abdul Djalil.
 Pemberontakan Rakyat Singaparna
Pemberontakan yang dipimpin K.H Zainal Mustafa , seorang pemimpin pesantren di Sukamanah Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat. K.H Zainal Mustafa bertekat untuk melawan Jepang karena tidak tahan lagi melihat kehidupan rakyatnya yang sengsara. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 Februari 1944 setelah sholat Jumat. Dalam pertempuran antara pasukan Zainal Mustafa dengan tentara Jepang banyak tentara Jepang yang terluka dan tewas , namun banyak juga rakyat yang gugur setelah mengadakan perlawanan dengan gigih melawan Jepang. Zainal Mustafa ditangkap selanjutnya dimasukkan tahanan , kemudian di pindahkan ke Jakarta. Zainal Mustafa dihukum mati dan dimakamkan di Ancol. Saat ini makamnya telah dipindahkan ke daerah asalnya di tengah-tengah rakyat yang telah dibelanya dengan taruhan nyawa.
 Pemberontakan rakyat Indramayu
Pada bulan Juli 1944 rakyat Indramayu juga memberontak terhadap Jepang. Rakyat Lohbener dan Sindang Indramayu Jawa Barat memberontak kepada Jepang karena mereka tidak tahan lagi dengan perlakuan yang kejam dari Jepang.
 Pemberontakan Teuku Hamid , pada bulan Nopember 1944 di Aceh meletus pemberontakan dengan Jepang lagi. Dalam pemberontakan tersebut banyak rakyat yang menjadi korban , karena hamper semua yang tertawan dibunuh oleh Jepang.
 Pemberontakan Peta Blitar.
Pada tanggal 14 Februari 1945 di Blitar seorang Syodanco (komandan peleton) Peta bernama Supriyadi memimpin suatu pemberontakan melawan Jepang. Pemberontakan ini timbul karena anggota Peta sudah tidak tahan lagi melihat kesengsaraan rakyat. Banyak romusa yang meninggal selama dipekerjakan didaerah mereka. Sayang sekali pemberontakan terbesar pada zaman Jepang ini mengalami kegagalan karena persiapannya belum matang. Pemberontakan Supriyadi (Peta di Blitar ) telah gagal tetapi membawa pengaruh sangat besar terutama pada semangat kemerdekaan rakyat Indonesia terhadap penindasan bangsa asing.
Read More

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blogger templates

Blogger news

Blogger templates


Pages

About Me